Skip to main content

Jangan Rengkuh Senyumku

Kita akan bertanya tentang ketidaktauan
Berucap  sendiri seakan menenangkan
Berlari membolak-balikkan ingatan
Bukan tentang kebenaran dan kesalahan
Namun tanggung jawab dari kedua pengistilahan

Jangan direbut dan diambil paksa
Sebab aku masih tak ingin engkau rengkuh tanpa daya
Berdiri tak berguna untuk siapa-siapa
Apa aku tidak boleh mempunyai harapan nyata?

Seberapa lama lagi untuk menangis?
Tak ada lagi mimpi untuk hanya sekadar menghiasi senyuman, tersisa diri membayangkan wajah miris
Tidakkah aku akan lebih lama dalam tangis?

Menjadi yang tak pernah ada dan menghilang
Maafkan atas kesalahanku pada waktu yang tak bisa dimaafkan

Comments

Popular posts from this blog

3 Malam

Hai gais, ini script pertama audio dramaku bersama tim om-om, ibu-ibu, dan kakak-kakak The Podcasters Indonesia. Selamat menikmati! Dapat diakses di instagram thepodcasters.id PREMIS GABUNGAN Seorang gadis tuna netra merasa dirinya adalah manusia yang paling bahagia, karena dia selalu mendapat cerita dari ibunya tentang betapa indah dan damainya dunia yang mereka tinggali. Sama halnya dengan kekasih si gadis tersebut yang mencintainya setulus hati memilih untuk selalu menutupi kondisi yang sebenarnya terjadi. Kondisi keterbatasan penglihatan semenjak lahir membuat sang Ibu memilih untuk menceritakan kebohongan akan kondisi yang terjadi dengan dalih agar sang anak tidak merasa khawatir dan takut.  Hingga suatu saat, dunia sang gadis yang indah dan damai berubah, karena kekasih yang mencintainya tak kunjung datang dan menghilang. Akhirnya, si gadis mulai memberanikan diri untuk pergi keluar rumah mencari sang kekasih tanpa sepengetahuan ibunya. Ditengah jalan pencariannya, ia...

Ambil Mana yang Lebih Baik

Tanah yang dijejaki adalah bumi negara Lumpurnya kuyu, makin meranggas kayu pepohonan Apa kau tahu siapa petarung paling tangguh? Itu pemburu, bergerak liar, menghadang lincah Apa kau tahu siapa perenang yang paling sanggup bertahan? Itu pesisir, melawan arus, menyeret semua ketidakmungkinan Lalu apa kau tahu siapa pejabat paling sabar? Itu petani, ia menanam kemakmuran, menghidupkan prasangka tabah hatinya menanggapi kejuatan alam Karena setiap lawan, bukan harus ditempeleng sampai lebur Buatlah ia tersingkir Karena setiap arus, bukan harus dikiuti sesuai trending Buatlah ia menawan Karena setiap anugrah, bukan harus dicemooh Buatlah ia bersabar Ini seperti bakat, tinggal siapa yang mau menciptakan potensi didalamnya Urusan di eksplor atau tidak, ambillah mana yang lebih baik

Kepeduliaan menjadi Bagian Solusi dari Dinamika Polemik Bangsa

M0519053 Kalya Azalia Deann Penulis Mahasiswa Program Studi Informatika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam A. Latar Belakang Memajukan tingkat pengetahuan bangsa merupakan harapan besar yang ditanamkan kepada muda-mudi bangsa. Maka meningkatnya angka pengetahuan akan semakin banyak bila setiap murid mau membuka mata untuk mencoba sesuatu yang mereka jadikan sebuah eksperimen. Hal tersebut akan membuat kinerja otak menganggap bahwa setiap ilmu menjadi daya tarik yang bersifat menyenangkan untuk dikerjakan. Jika ilmu pengetahuan menjadi suatu ilmu yang tidak kita ketahui, maka kesulitan dalam memecahkan suatu masalah akan menyebabkan kita kebingungan dalam setiap mengembangkan ide . Untuk membantu mengenalkan setiap murid dengan keadaan sekitar, perlu kepeduliaan untuk mau menatap keadaan permasalahan sekitar dengan memberikan tanggapan dalam mengatasinya. Prasarana seperti sekolah dapat memersiapkan setiap murid meletakkan dasar ke arah perkembangansikap, peng...